Empat Hari, Empat Keseruan
Ajang Classmeet kali ini dirancang sangat spesial. Panitia telah menyiapkan empat jenis perlombaan berbeda yang dilaksanakan selama empat hari berturut-turut. Setiap lomba memiliki filosofi untuk melatih ketangkasan, kerja sama tim, hingga kreativitas siswa.
Berikut adalah rangkaian kemeriahan lomba yang dinanti-nantikan:
1. Estafet Gelas: Melatih Konsentrasi dan Kerja Sama
Lomba pertama yang memicu keriuhan adalah Estafet Gelas. Dalam lomba ini, siswa dituntut untuk memindahkan gelas plastik secara berantai dengan teknik tertentu. Sorak-sorai pendukung pecah saat gelas nyaris jatuh. Lomba ini bukan hanya soal kecepatan, tapi bagaimana setiap anggota tim saling menjaga fokus demi tujuan bersama.
2. Lempar Bola dengan Sarung: Kompak dalam Ayunan
Keseruan berlanjut pada lomba Lempar Bola dengan Sarung. Berpasangan atau dalam kelompok kecil, siswa harus menangkap dan melempar bola menggunakan bentangan sarung. Gelak tawa tak terbendung saat bola melesat ke arah yang tak terduga. Lomba ini benar-benar menguji sinkronisasi gerakan antar kawan sepermainan.
3. Englek Kardus: Ketangkasan Tradisional yang Moderen
Mengingat kembali permainan tradisional, lomba Englek Kardus menjadi tantangan fisik yang seru. Siswa harus melompat dari satu kotak kardus ke kotak lainnya dengan lincah. Lomba ini melatih keseimbangan tubuh dan kecepatan berpikir dalam mengambil langkah tepat agar tidak terjatuh dari jalur.
4. Menggambar dan Mewarna: Menumpahkan Kreativitas di Atas Kertas
Sebagai penyeimbang lomba fisik, MI Miftahul Huda juga mengadakan Lomba Menggambar dan Mewarna. Lomba ini dilaksanakan di dalam kelas masing masing dengan tema sedekah. Anak-anak menumpahkan imajinasi mereka ke atas kertas putih dengan penuh ketelitian. Ini adalah momen di mana bakat seni siswa terasah dan diapresiasi.
Membangun Kegembiraan, Menjemput Prestasi
Kepala Madrasah MI Miftahul Huda menyampaikan bahwa kegiatan Classmeet ini adalah bentuk transisi yang menyenangkan bagi siswa.
“Kami ingin anak-anak merasa bahwa kembali ke sekolah adalah hal yang membahagiakan. Melalui senam pagi dan lomba-lomba ini, mental dan fisik mereka disiapkan untuk kembali belajar dengan energi positif,” ungkap beliau.
Hari pertama ini diakhiri dengan keringat bahagia dan cerita-cerita seru yang dibawa pulang ke rumah. MI Miftahul Huda Kedungbunder telah membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tapi juga rumah kedua yang penuh dengan keceriaan dan pengembangan bakat.




