SUTOJAYAN, BLITAR – Menjelang pelaksanaan ujian Tes Kendali Mutu (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin dan Selasa (20-21 April 2026), keluarga besar MIS Miftahul Huda Kedungbunder menggelar doa bersama atau Istighotsah pada Sabtu (18/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum sakral bagi para siswa untuk memohon kelancaran dan keberkahan sebelum menghadapi ujian penentu.
Acara yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB ini dipusatkan di Masjid Baiturrahman Kedungbunder. Masjid yang megah tersebut tampak dipadati oleh jamaah yang terdiri dari seluruh siswa-siswi kelas 6, orang tua atau wali murid, serta jajaran dewan guru.
Kehadiran Tokoh dan Dukungan Penuh Sekolah
Kegiatan doa bersama ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah MIS Miftahul Huda, Bapak Imron, S.Si. Dalam kehadirannya, beliau memberikan motivasi agar para siswa tidak hanya mengandalkan usaha lahiriah berupa belajar, tetapi juga usaha batiniah melalui doa.
Turut hadir dalam acara ini Bapak Moh. Badru Sholihin, S.Pd.I, beserta para wali kelas 6 lainnya. Kehadiran para pendidik ini menunjukkan bentuk dukungan moral yang luar biasa bagi anak didik yang akan segera menempuh babak baru dalam perjalanan akademik mereka.
Suasana Khidmat dan Kolaborasi Orang Tua
Lantunan zikir dan doa-doa istighotsah menggema di dalam masjid, menciptakan suasana yang penuh haru dan kekhusyukan. Banyak orang tua siswa yang tampak terhanyut dalam doa, mengharapkan hasil terbaik bagi putra-putri mereka.
Kehadiran wali murid dalam acara ini dianggap sangat krusial. Sekolah meyakini bahwa keberhasilan siswa merupakan hasil sinergi antara kerja keras siswa di sekolah, bimbingan guru, serta rida dan doa dari orang tua di rumah.
Persiapan Menuju Ujian TKA
Ujian TKA yang akan dilaksanakan pada awal pekan depan (Senin-Selasa) merupakan salah satu tolok ukur kompetensi siswa di tingkat akhir. Dengan adanya kegiatan Istighotsah ini, diharapkan beban psikologis siswa dapat berkurang sehingga mereka dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan tenang, fokus, dan percaya diri.
“Belajar adalah kewajiban, namun doa adalah penguat. Kami berharap dengan bekal spiritual ini, anak-anak kelas 6 siap secara mental dan meraih nilai yang memuaskan,” ungkap salah satu guru kelas 6 usai acara.
Kegiatan ditutup dengan bersalam-salaman antara siswa, guru, dan orang tua sebagai simbol permohonan maaf dan restu, sebelum mereka berjuang di meja ujian pada hari Senin mendatang.




