SUTOJAYAN, BLITAR – Ada pemandangan berbeda di kompleks madrasah MIS Miftahul Huda, Kelurahan Kedungbunder, pada Senin pagi (30/03/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengantre dengan tertib untuk memasuki ruangan kelas yang telah disulap menjadi bioskop mini. Hari ini, pihak sekolah bekerja sama dengan Media Grafika Kediri menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) film edukatif sebagai bagian dari program penyegaran pasca-kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan yang dilaksanakan di madrasah yang beralamat di Jln. R.A. Kartini No. 26 B ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda melalui media audio-visual yang interaktif dan menghibur.
Optimalisasi Fasilitas: Pembagian Dua Lokal
Mengingat banyaknya jumlah siswa yang ingin berpartisipasi, panitia penyelenggara membagi lokasi pemutaran film menjadi dua titik utama guna menjaga kenyamanan dan kondusivitas selama acara berlangsung:
-
Lokal Gedung Barat: Difokuskan untuk sesi kelas rendah dengan pendampingan intensif dari guru kelas.
-
Lokal Gedung Selatan: Digunakan untuk sesi kelas tinggi dengan pengaturan yang disesuaikan dengan kapasitas ruangan.
Sajian Genre yang Beragam: Dari Edukasi hingga Horor
Film-film yang diputar telah melalui proses seleksi agar tetap sesuai dengan norma pendidikan namun tetap menarik bagi minat anak-anak. Beberapa genre yang disajikan antara lain:
-
Edukasi & Story: Film yang mengajarkan budi pekerti, sejarah, dan ilmu pengetahuan alam.
-
Hiburan: Tayangan yang memicu gelak tawa untuk melepas penat siswa.
-
Horor: Genre ini menjadi salah satu yang paling dinanti karena memberikan sensasi ketegangan tersendiri, namun tetap mengedepankan pesan keberanian bagi siswa.
Puncak Acara: Pengalaman Sinematik 3D
Yang paling mencuri perhatian adalah sesi pemutaran film 3 Dimensi (3D). Setiap siswa dibekali dengan kacamata 3D khusus yang memungkinkan mereka merasakan pengalaman sinematik yang nyata. Teriakan kagum dan tawa pecah saat objek di dalam film seolah-olah bergerak keluar layar dan mendekati para siswa. Penggunaan teknologi 3D ini diharapkan dapat memicu daya imajinasi dan kreativitas anak dalam memahami konten digital.
Menanamkan Pesan Moral di Balik Layar
Pihak sekolah MIS Miftahul Huda menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata. Melalui media film, siswa diajak untuk melihat realitas kehidupan, membedakan perilaku baik dan buruk, serta memperluas wawasan mereka terhadap teknologi informasi.
“Kami ingin siswa tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi juga mampu menyerap nilai-nilai kehidupan melalui media visual yang modern seperti ini,” ujar salah satu staf pendidik di sela-sela acara.
Acara yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi diskusi singkat mengenai pesan moral yang terkandung dalam film-film yang telah ditonton bersama.




